Lumut dan Endapan di Toren, Apakah Berbahaya untuk Kesehatan?

Toren atau tangki penampungan air sering berada di tempat yang jarang diperiksa secara langsung. Akibatnya, kondisi bagian dalam toren baru diketahui ketika air mulai berubah warna, berbau, atau alirannya terasa kurang bersih. Salah satu masalah yang cukup umum adalah munculnya lumut dan endapan di dalam toren.

👉[Chat WhatsApp Sekarang]

Lalu, apakah lumut dan endapan tersebut berbahaya untuk kesehatan?

Jawabannya tidak bisa hanya dilihat dari ada atau tidaknya lumut. Lumut dan endapan merupakan tanda bahwa kondisi bagian dalam toren sudah perlu diperhatikan. Keduanya dapat memengaruhi kualitas air, terutama jika toren sudah lama tidak dibersihkan dan terdapat kotoran yang menumpuk.

Karena air dari toren digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, kebersihan tempat penyimpanannya tidak sebaiknya diabaikan.

Kenapa Lumut Bisa Tumbuh di Dalam Toren?

Lumut dapat tumbuh ketika terdapat kondisi yang mendukung, terutama adanya cahaya, kelembapan, dan lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan organisme tersebut. Toren yang terkena paparan cahaya lebih besar berpotensi mengalami pertumbuhan lumut pada bagian dalamnya.

Selain itu, tutup toren yang kurang rapat dapat memungkinkan debu dan kotoran dari lingkungan masuk ke dalam tangki.

Semakin lama toren tidak diperiksa atau dibersihkan, semakin besar kemungkinan kotoran menumpuk di bagian dasar dan permukaan dinding toren.

Apa Itu Endapan di Dasar Toren?

Endapan adalah material yang terkumpul di dasar tangki setelah air berada dalam kondisi diam dalam waktu tertentu. Bentuknya dapat berupa pasir halus, lumpur, debu, atau partikel lain yang terbawa bersama air.

Sebagai contoh, air yang terlihat jernih saat keluar dari keran belum tentu membuat bagian dasar toren benar-benar bersih. Partikel yang lebih berat dapat mengendap di bagian bawah tangki tanpa langsung terlihat dari luar.

Jika dibiarkan, endapan tersebut dapat semakin menumpuk dan ikut mengganggu kebersihan toren.

Apakah Lumut dan Endapan Berbahaya untuk Kesehatan?

Lumut dan endapan tidak otomatis berarti air pasti berbahaya, tetapi keberadaannya merupakan alasan untuk memeriksa dan membersihkan toren.

Toren yang kotor dapat menjadi tempat menumpuknya berbagai kotoran dan dapat memengaruhi kualitas air secara fisik, misalnya air menjadi keruh, berwarna, atau memiliki bau yang tidak biasa. Kondisi tersebut tentu tidak ideal, terutama jika air digunakan untuk kebutuhan yang membutuhkan tingkat kebersihan lebih tinggi.

Yang perlu diperhatikan adalah sumber masalahnya. Jika air berubah warna atau berbau setelah keluar dari toren, penyebabnya tidak selalu berasal dari toren. Kondisi sumber air, pipa, pompa, atau komponen instalasi lainnya juga dapat berpengaruh.

Karena itu, apabila perubahan kualitas air cukup signifikan atau terus terjadi meskipun toren sudah dibersihkan, pemeriksaan lebih lanjut terhadap sistem air dapat diperlukan.

Tanda-Tanda Toren Sudah Perlu Dibersihkan

Tidak harus menunggu air menjadi sangat kotor untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa kondisi berikut dapat menjadi pertimbangan:

1. Terlihat Lumut pada Dinding Toren

Jika bagian dalam toren mulai dipenuhi lapisan hijau atau kecokelatan, sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama.

2. Ada Endapan di Dasar Toren

Endapan yang tebal menunjukkan adanya material yang telah terkumpul dalam waktu tertentu dan perlu dikeluarkan.

3. Air Berubah Warna atau Keruh

Air yang biasanya jernih kemudian menjadi keruh dapat menjadi tanda bahwa kualitas air perlu diperiksa, termasuk kondisi toren dan instalasinya.

4. Air Memiliki Bau yang Tidak Biasa

Perubahan bau juga sebaiknya tidak diabaikan. Periksa apakah sumbernya berasal dari toren atau bagian lain dari sistem penyediaan air.

5. Toren Sudah Lama Tidak Dibersihkan

Toren yang jarang diperiksa lebih berisiko mengalami penumpukan kotoran. Jadwal pembersihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan masing-masing, bukan hanya berdasarkan patokan waktu yang sama untuk semua rumah.

Bagaimana Cara Membersihkan Toren dengan Benar?

Membersihkan toren bukan sekadar membuang air lama. Bagian dalam tangki perlu diperiksa dan kotoran yang menempel perlu dibersihkan dengan metode serta peralatan yang sesuai dengan material toren.

Setelah proses pembersihan selesai, pastikan kembali bahwa toren dapat digunakan dan tidak terdapat masalah lain pada sistem air.

Jika kondisi toren sudah sangat kotor, sulit dijangkau, atau ukurannya cukup besar, menggunakan jasa profesional dapat menjadi pilihan yang lebih praktis. HMS, misalnya, menyediakan jasa cuci toren di Bogor dengan harga yang disesuaikan berdasarkan kapasitas toren dan kondisi di lapangan.

Berdasarkan flyer HMS, tarif cuci toren dimulai dari Rp350.000 untuk kapasitas kurang dari 1.000 liter. Untuk kapasitas yang lebih besar, tarifnya mulai dari Rp400.000 hingga Rp650.000, tergantung kapasitas. Toren yang sangat kotor karena lama tidak dibersihkan juga dapat dikenakan biaya tambahan sesuai kondisi.

Perlu diperhatikan bahwa layanan tersebut tidak mencakup perbaikan pompa, filter, atau pekerjaan teknis lainnya.

Kesimpulan

Lumut dan endapan di dalam toren sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah sepele. Keduanya tidak secara otomatis menunjukkan bahwa air pasti berbahaya, tetapi dapat menjadi tanda bahwa tempat penyimpanan air sudah membutuhkan pemeriksaan dan pembersihan.

Menjaga kebersihan toren membantu mempertahankan kondisi penyimpanan air dan mencegah kotoran terus menumpuk. Jika air mengalami perubahan warna, bau, atau kondisi yang tidak biasa, jangan hanya mengandalkan pembersihan toren; periksa juga sumber air dan instalasi lainnya bila diperlukan.

Tentang HMS

HMS (House Maintenance Service) merupakan penyedia jasa Cleaning & Maintenance Service di Bogor yang melayani:

  • General Cleaning
  • Cleaning AC
  • Cuci Toren
  • Perawatan Kolam Renang

Apabila Anda membutuhkan informasi atau konsultasi mengenai layanan HMS, silakan menghubungi:

Fajar Heirizwan
Marketing HMS
WhatsApp
0811-1920-3003
👉[Chat WhatsApp Sekarang]