News, updates, and lifestyle stories from Cozzy Kostel. Discover comfortable living, community life, and modern hospitality designed for long-stay guests.
Optimalkan pendapatan akomodasi Anda melalui strategi Wedding Package yang efektif. Simak panduan praktis meningkatkan profit hotel dari konsultan ahli.
Bagi banyak owner hotel, investor properti, maupun General Manager, mengandalkan pendapatan hanya dari penjualan kamar harian (room retail) sering kali mendatangkan tantangan besar, terutama saat memasuki musim sepi pengunjung (low season). Biaya operasional properti berskala besar tetap berjalan penuh, sementara tingkat hunian kamar berfluktuasi tidak menentu.
Maksimalkan revenue properti Anda dengan strategi bisnis hotel melalui model One House Booking. Simak panduan lengkap meningkatkan profit hotel di sini.
Bagi sebagian besar owner hotel, investor properti, atau General Manager, menjual kamar satu per satu secara retail merupakan model bisnis konvensional yang paling sering dijalankan. Namun, model ini kerap menghadapi tantangan besar saat memasuki low season. Menghadapi kamar-kamar yang kosong dan biaya operasional tetap yang terus berjalan tentu menjadi beban tersendiri bagi manajemen.
Bagi para owner hotel, investor properti, dan General Manager, tibanya musim liburan sekolah di bulan Juni selalu menjadi momen yang paling dinantikan. Ini adalah waktu di mana permintaan pasar keluarga melonjak tajam. Namun, peningkatan permintaan ini selalu dibarengi dengan kompetisi pasar yang luar biasa sengit.
Masalah utama yang sering dihadapi oleh pelaku bisnis hospitality bukanlah ketiadaan pasar, melainkan kegagalan dalam menangkap pasar tersebut secara optimal. Banyak properti yang terjebak pada perang harga yang ekstrem, atau sebaliknya, kehilangan momentum karena strategi pemasaran yang kurang adaptif. Tanpa perencanaan yang matang, musim liburan yang seharusnya menjadi ladang keuntungan justru berjalan biasa-biasa saja tanpa ada pertumbuhan profit yang signifikan.
Bagi banyak owner hotel atau investor properti, tantangan terbesar dalam operasional harian sering kali adalah ketergantungan pada tingkat hunian kamar (occupancy rate). Ketika musim sepi tiba, area publik hotel seperti dining room atau living room sering kali kosong dan tidak menghasilkan pendapatan. Masalah ini sebenarnya merupakan peluang yang belum tergarap maksimal: bagaimana mengubah aset yang ada menjadi revenue generator di luar penjualan kamar?
Salah satu tren yang kini sedang naik daun di industri hospitality adalah kegiatan sosial berbasis komunitas, khususnya arisan eksklusif. Dengan konsep “Arisan in a Private Hotel,” pelaku bisnis dapat menarik segmentasi pasar yang mencari privasi dan kenyamanan tanpa harus mengandalkan tamu menginap semata.
Ketika membicarakan upaya meningkatkan okupansi hotel, sebagian besar owner hotel atau general manager cenderung langsung berfokus pada wisatawan liburan (leisure) atau pasar korporat (MICE). Tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Namun, tahukah Anda bahwa ada satu ceruk pasar potensial yang sering kali terabaikan? Ceruk pasar itu adalah rombongan atlet atau tim olahraga.
Mengelola akomodasi untuk kelompok atlet tentu memiliki karakteristik yang jauh berbeda dibanding melayani tamu reguler. Rombongan ini datang dengan kebutuhan yang sangat spesifik, mulai dari manajemen nutrisi, fasilitas kebugaran, privasi untuk menyusun taktik, hingga area parkir kendaraan besar. Banyak pelaku bisnis akomodasi melewatkan peluang emas ini hanya karena merasa fasilitas properti mereka tidak dirancang untuk ajang olahraga besar. Padahal, dengan strategi yang tepat, keterbatasan tersebut justru bisa diubah menjadi keunggulan kompetitif.