“Lokasi, lokasi, dan lokasi.” Istilah klasik ini sering kali dianggap sebagai harga mati penentu kesuksesan sebuah bisnis akomodasi maupun kuliner. Pemikiran ini membuat banyak owner hotel atau investor properti langsung merasa berkecil hati ketika melihat angka tingkat hunian (occupancy rate) mereka terus merosot, berasumsi bahwa akomodasi mereka sepi semata-mata karena tidak berada di pusat keramaian kota.
Namun, benarkah lokasi selalu menjadi kambing hitam utama? Kenyataannya, di era digital saat ini, lanskap industri hospitality telah berubah total. Banyak villa tersembunyi di pelosok pedesaan yang justru kebanjiran pesanan, sementara beberapa hotel di tengah kota justru kesulitan memenuhi target keterisian kamar mereka.
👉[Chat WhatsApp Sekarang]
Continue reading “Okupansi Rendah Terus? Mungkin Masalahnya Bukan di Lokasi”


