SDM Hotel Sulit Dikendalikan? Ini Cara Mengatasinya

Membangun fisik hotel yang megah, mendesain kamar villa yang estetik, atau menyusun menu restoran yang lezat merupakan hal yang bisa diwujudkan dengan modal investasi yang terukur. Namun, tantangan terbesar yang sesungguhnya di industri hospitality baru dimulai ketika operasional harian berjalan, dan itu berkaitan langsung dengan manusia: Sumber Daya Manusia (SDM).

Apakah Anda sebagai owner hotel atau General Manager sering merasa lelah menghadapi staf yang sulit dikendalikan? Mulai dari tingkat disiplin yang rendah, standar pelayanan yang naik-turun, tingginya angka perputaran karyawan (turn-over), hingga konflik internal antar-departemen yang tak kunjung usai.

👉[Chat WhatsApp Sekarang]

Continue reading “SDM Hotel Sulit Dikendalikan? Ini Cara Mengatasinya”

Kenapa Hotel Ramai Tapi Profit Tetap Kecil?

Melihat lobi properti yang selalu dipenuhi tamu, area parkir yang padat, hingga hilir mudik staf yang sibuk melayani pesanan tentu menjadi pemandangan yang mendatangkan kepuasan tersendiri bagi seorang owner hotel atau pengusaha akomodasi. Secara sekilas, indikator tersebut menunjukkan bahwa bisnis sedang berada di performa terbaiknya.

Namun, kepuasan tersebut sering kali berubah menjadi kebingungan besar saat laporan keuangan akhir bulan diserahkan ke meja Anda. Grafik tingkat keterisian menunjukkan performa yang luar biasa, tetapi mengapa angka laba bersih (net profit) yang Anda terima justru terasa sangat tipis? Ke mana perginya seluruh uang dari derasnya transaksi harian tersebut?

👉[Chat WhatsApp Sekarang]

Continue reading “Kenapa Hotel Ramai Tapi Profit Tetap Kecil?”

Okupansi Rendah Terus? Mungkin Masalahnya Bukan di Lokasi

“Lokasi, lokasi, dan lokasi.” Istilah klasik ini sering kali dianggap sebagai harga mati penentu kesuksesan sebuah bisnis akomodasi maupun kuliner. Pemikiran ini membuat banyak owner hotel atau investor properti langsung merasa berkecil hati ketika melihat angka tingkat hunian (occupancy rate) mereka terus merosot, berasumsi bahwa akomodasi mereka sepi semata-mata karena tidak berada di pusat keramaian kota.

Namun, benarkah lokasi selalu menjadi kambing hitam utama? Kenyataannya, di era digital saat ini, lanskap industri hospitality telah berubah total. Banyak villa tersembunyi di pelosok pedesaan yang justru kebanjiran pesanan, sementara beberapa hotel di tengah kota justru kesulitan memenuhi target keterisian kamar mereka.

👉[Chat WhatsApp Sekarang]

Continue reading “Okupansi Rendah Terus? Mungkin Masalahnya Bukan di Lokasi”

Revenue Hotel Stagnan? Ini yang Biasanya Menjadi Penyebabnya

Menjalankan bisnis hospitality seperti hotel, villa, resort, hingga café dan restoran menuntut Anda untuk selalu peka terhadap pergerakan angka pendapatan. Namun, ada kalanya manajemen dihadapkan pada fase yang menjengkelkan: grafik omset bulanan yang mendatar atau stagnan dalam waktu yang cukup lama.

Anda merasa tingkat kunjungan harian lumayan terisi, tim pemasaran terus mengunggah konten di media sosial, dan operasional berjalan tanpa kendali darurat. Namun, mengapa ketika laporan keuangan akhir bulan dicetak, angka net profit tidak kunjung bergeser naik? Kenapa sangat sulit untuk menembus target pendapatan yang baru?

👉[Chat WhatsApp Sekarang]

Continue reading “Revenue Hotel Stagnan? Ini yang Biasanya Menjadi Penyebabnya”

Hotel Sepi? Jangan Langsung Menurunkan Harga Sebelum Membaca Ini

Melihat grafik tingkat hunian (occupancy rate) yang terus menurun dari minggu ke minggu tentu membuat setiap owner hotel atau General Manager merasa cemas. Arus kas yang melambat sementara biaya operasional tetap berjalan konstan sering kali memicu kepanikan dalam mengambil keputusan manajemen.

Dalam kondisi terdesak seperti ini, langkah instan yang paling sering diambil oleh sebagian besar pelaku bisnis hospitality adalah memotong harga kamar secara drastis atau melakukan perang diskon besar-besaran di platform digital. Logikanya sederhana: harga murah akan memikat tamu untuk datang.

👉[Chat WhatsApp Sekarang]

Continue reading “Hotel Sepi? Jangan Langsung Menurunkan Harga Sebelum Membaca Ini”